Asian Agri Kembangkan Kloning Bibit Sawit

Ekbis

Pekanbaru, 17/5 (ANTARA) - PT Asian Agri terus mengembangkan penelitian bibit kalapa sawit dengan teknologi kloning untuk bisa meningkatkan produksi tanaman hingga 20 persen.

        "Dengan bibit teknologi kloning, kita bisa meningkatkan produksi tandan buah segar kelapa sawit sekitar 20 persen," kata Direktur Pembibitan PT Asian Agri, Ang Boong Beng, kepada ANTARA pada Seminar Nasional Kelapa Sawit di Pekanbaru, Senin.

        Ia menjelaskan penelitian tersebut mulai dikembangkan sejak tahun 2005 di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau. Namun, baru kini penerlitian itu mulai membuahkan hasil yang cukup optimal dengan tingkat endomalitas di bawah 50 persen.

        Ia menjelaskan, proses kloning dimulai dengan pemilihan tunas daun muda dari tanaman terbaik yang berusia di atas 10 tahun. Tunas muda tersebut kemudian dibedah untuk mendapatkan serat lidi dari daun. Lidi tersebut, lanjutnya, dikembangkan selama enam bulan untuk menjadi embroid dan baru dipindahkan ke dalam tabung reaksi ketika sudah berbentuk pucuk.

        "Di dalam tabung itulah pucuk tersebut ditambah hormon untuk merangsang akar," katanya.

        Setelah itu, pucuk yang telah berakar ditempatkan di media tanah yang berada di ruangan steril selama 10 bulan dinyatakan siap menjadi bibit sawit.

        Menurut dia, perusahaan telah berhasil mengembangkan sebanyak 50 ribu bibit sawit dari teknologi kloning. Namun, penanamannya belum dalam skala besar karena pengembangan belum sepenuhnya sempurna.

        "Investasi untuk kloning bibit sawit sangat tinggi, karena itu harganya juga cukup tinggi yakni mencapai Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per bibit," katanya.

        Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Achmad Mangga Barani, menyayangkan hasil teknologi tersebut masih sangat mahal sehingga tak mampu dijangkau oleh petani kecil.

       "Kita berharap ada penelitian yang bagus dan harganya terjangkau semua kalangan," ujar Mangga Barani.

related post