CPO Dominasi Ekspor Nonmigas Riau

Ekbis

Pekanbaru, (antarariau.com) - Komoditas minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih mendominasi nilai ekspor nonmigas di Provinsi Riau pada awal tahun 2013.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau di Pekanbaru, Selasa, ekspor CPO yang tercatat sebagai lemak dan minyak hewan/nabati mencapai 759,48 juta dolar AS pada bulan Januari 2012. Jumlah itu mencapai 70,08 persen dari total nilai ekspor nonmigas Riau.

Ekspor CPO pada Januari naik sekitar 114 juta dolar AS dibandingkan bulan Desember tahun lalu yang mencapai 645,43 juta dolar AS. Sedangkan bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ekspor CPO juga naik 122,5 juta dolar AS.

Secara keseluruhan, nilai ekspor nonmigas Riau pada Januari mencapai 1,083 miliar dolar AS, atau naik 6,12 persen dibanding ekspor Desember 2012. Ekspor nonmigas juga tercatat naik 21,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.    
   
Selain CPO, ekspor nonmigas Riau terbesar juga datang dari ekspor berbagai produk kimia yang pada awal tahun nilainya mencapai 120,55 juta dolar AS. Meski begitu kontribusinya hanya 11,12 persen dari total nilai ekspor.

Selain itu komoditas bubur kayu (pulp) menjadi penyumbang ketiga terbesar dalam ekpor nonmigas, yakni mencapai 88,79 juta dolar AS atau berkotribusi 8,19 persen. Hanya saja, ekspor komoditas itu pada Januari turun 25,10 juta dolar AS dibandingkan Desember 2012.

"Kontribusi ketiganya, baik CPO, produk kimia dan pulp, mencapai 89,39 persen dari total ekspor nonmigas Riau," kata Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad.

Ia mengatakan nilai ekspor Riau keseluruhan, baik nonmigas dan migas, pada Januari 2013 mencapai 1,535 miliar dolar AS, dimana sebagian besar berasal dari ekspor nonmigas. Mawardi menekankan kontribusi nilai ekspor Riau terhadap nasional pada awal tahun ini cukup besar, yakni sebesar 9,99 persen.

"Bisa dilihat kekuatan Riau adalah pada ekspor yang memberi kontribusi bagi Indonesia cukup signifikan," katanya.    


    

related post