Wan Abubakar Maju Pilkada Riau Dari Jalur Independen

Pekanbaru, (antarariau.com) - Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar memutuskan maju sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Riau melalui jalur independen atau nonpartai politik dalam sebuah deklarasi politik, di Pekanbaru, Rabu.

    Politisi yang masih tercatat sebagai anggota Komisi IV DPR RI itu menggandeng Prof DR Isjoni, mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, sebagai bakal calon wakil gubernur. Pasangan independen "WIN" (Wan Abubakar-Isjoni) mendeklarasikan langkah politik mereka secara sederhana bersama pendukungnya di rumah pribadi Wan Abubakar di Jalan Lingga, Pekanbaru.

    Wan Abubakar mengklaim pasangan WIN sudah mendapat 257 ribu dukungan publik dari 12 kabupaten/kota di Riau, sesuai dengan syarat dalam aturan untuk maju dari di Pilkada untuk calon nonpartai. Ia mengatakan, dalam waktu dekat tim mereka akan mendaftarkan diri dan menyerahkan bukti dukungan itu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau.  

    "Jumlah dukungan itu belum semua, karena masih dalam proses pengumpulan. Saya optimis masih ada 200 ribu dukungan yang akan menyusul untuk mengantisipasi apabila dalam verifikasi KPU ada yang perlu diperbaiki," kata Wan Abubakar.

    Karir politik Wan Abubakar tercatat sempat menjadi Gubernur Riau dari 31 Juli hingga 21 November 2008. Sebelum menjadi Gubernur, Wan Abubakar merupakan wakil gubernur Riau. Wan Abubakar menjadi gubernur karena Rusli Zainal, gubernur sebelumnya, mengundurkan diri untuk mengikuti Pilkada untuk kedua kalinya.

    Wan Abubakar mengatakan maju ke kancah politik bersama Isjoni dinilai merupakan keputusan terbaik, sehingga masyarakt Riau bisa memilih sosok calon gubernur periode 2013-2018 secara independen tanpa pengaruh partai politik.

    "Masyarakat butuh pemimpin yang tidak terbelenggu oleh kepentingan golongan, kelompok dan partai politik," ujarnya.

    Isjoni menambahkan, pasangan WIN optimis dukungan dari publik sesuai dengan aturan di KPU.

    "Dukungan sudah lengkap tidak hanya tanda tangan, melainkan juga KTP, Kartu Keluarga dan surat keterangan domisili warga dari aparatur pemerintahan," kata Isjoni.

    Ia mengatakan, proses pengumpulan dukungan mulai dilakukan sejak satu tahun lalu. Pasangan tersebut berkomitmen untuk memihak kepada rakyat, terutama kalangan yang tidak mampu, dengan turun langsung di tengah masyarakat.

    "Kami berjanji akan mengutamakan pembangunan bagi orang miskin yang masih terpinggirkan, yang belum merasakan pembangunan di Riau," katanya.