Pemindahan Pusat Pemerintahan Pekanbaru Terkatung

Pekanbaru, (antarariau.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, membangun pusat pemerintahan pada lahan seluas 150 hektar di Kecamatan Tenayan Raya dengan dana sebesar Rp45 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013.

         "Proyek pusat pemerintahan itu dalam tahap pembebasan lahan seluas 150 hektar di Tenayan Raya," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT kepada pers, Selasa.

         Menurut dia, proyek tersebut merupakan pusat pemerintahan yang baru karena kantor yang lama berada di jalan Sudirman, Kecamatan Sukajadi sudah dianggap sempit termasuk menyangkut masalah lahan parkir.

         Namun pihak pimpinan maupun anggota DPRD Kota Pekanbaru telah menyetujui pembangunan proyek pusat pemerintahan tersebut di Tenayan Raya.

         Dalam pembebasan lahan itu maka pihaknya melibatkan tim sembilan dan harga tanah milik warga disesuaikan dengan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) setempat.

         Selama ini, warga yang mengurus aneka keperluan di Kantor Wali Kota Pekanbaru mengalami kendala salah satunya tempat parkir.

         Bahkan lahan pakir untuk kendaraan roda empat kadang tidak mampu menampung maka akhirnya harus di jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru.

         Upaya untuk memindahkan kantor Wali Kota sudah beberapa tahun lalu ke lokasi yang strategis, tapi mengalami persoalan menyangkut lahan.

         Menurut dia, ada beberapa lokasi pusat pemerintahan seperti di Kecamatan Tampan dan Tenayan Raya, namun karena alasan pengembangan kota maka ditetapkan di Tenayan Raya.

         Dia mengatakan, hakekatnya pembangunan proyek pusat pemerintahan itu untuk melayani kalangan warga.