Wali Kota Dumai Curhat Ke Kemendag

Dumai, Riau, (antarariau.com) - Walikota Dumai Khairul Anwar "bercurhat" (sampaikan keluhan)  kepada Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak terkait minimnya perhatian anggaran pusat ke daerah.

Keluhan serupa juga disampaikan kepada Kepala BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan) Lucky S Slamet saat dua pejabat pusat itu sedang kunjungan kerja ke Dumai, Kamis.

Sejauh ini, menurut Khairul bahwa Kota Dumai terbukti telah banyak berkontribusi ke devisa negara dari penerimaan sektor ekspor pajak CPO di areal pelabuhan dan kilang Pertamina pengolahan minyak mentah.

Namun, apa yang didapat Dumai, hanya sebagian kecil dari yang telah disumbangkan ke pusat, yaitu dana bagi hasil dalam porsi sedikit dan berbeda dengan daerah penghasil di beberapa daerah di Riau, seperti Bengkalis, Siak dan Rokan Hilir.

"Setiap tahunnya dari sektor penerimaan pajak ekspor CPO di pelabuhan, Dumai menyumbangkan lebih dari Rp 12 triliun ke devisa negara, ditambah lagi dengan ditempatkannya dapur pengolahan minyak mentah di kilang Pertamina," ujarnya.

Dalam kegiatan kunjungan kerja Dirjen SPK Kemendag ke kota pelabuhan ini, Walkot juga menyampaikan, porsi bagi hasil dana yang kecil diterima Dumai tidak sebanding dengan tingginya resiko kecelakaan dan insiden yang bisa terjadi di Kilang minyak Putri Tujuh PT Pertamina.

Kilang yang posisinya berdekatan dengan pemukiman masyarakat sangat rentan beresiko membahayakan keselamatan dan keamanan kehidupan manusia ketika suatu saat terjadi insiden, dan kondisi ini mestinya perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

Dampak lainnya dari kegiatan kepentingan nasional di kota Dumai, sejumlah infrastruktur ruas jalan nasional, propinsi yang ada mengalami kerusakan sehingga menganggu kenyamanan beraktivitas masyarakat setempat.

Namun, wali kota mengakui bahwa tetap mensyukuri adanya perhatian pusat dalam dua tahun belakangan yang telah mengucurkan dana ratusan miliar rupiah untuk pembangunan dan perbaikan jalan penghubung dan pintu masuk ke kota Dumai ini.

"Kita tidak berhenti untuk menyuarakan aspirasi ini ke pusat karena apa yang didapat sejauh ini sangatlah minim dan tidak sebanding yang telah disumbangkan. Namun Alhamdulillah, pada 2012 lalu pusat memperbaiki jalan rusak yang ada dengan total anggaran Rp 450 miliar, dan tahun ini akan menyelesaikan semua perbaikan jalan," terang Khairul.