Keterangan perwira: pelaku pengeroyokan Roby sulit terlacak

Pekanbaru (antarariau) - Empat orang tak dikenal pelaku pengeroyokan terhadap Robyanto, kameramen Riau Televisi (RTV) yang juga korban kekerasan para oknum TNI Angkatan Udara di Pekanbaru sulit tertangkap, kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bukitraya, Pekanbaru,  AKP Dedi Suryadi    

"Hal itu karena minimnya keterangan yang menjelaskan perkara tersebut. Termasuk terkait identitas pelaku pengeroyokan," kata   Dedi Suryadi di Pekanbaru, Sabtu.

          Melalui perbincangan via selular, perwira ini menjelaskan bahwa Roby hanya mengungkap kronologi tindak penganiayaan oleh empat orang tak dikenal pada Rabu (14/11).

          Namun terkait berbagai fakta terkait bentuk fisik serta kendaraan yang ditunggangi para pelaku, menurut dia, korban tidak mampu menjelaskannya secara baik.

           "Makanya, cukup sulit untuk kami bisa menangkap para pelaku penganiayaan terhadap korban Robiyanto," katanya.

           Sebelumnya, pada Rabu (14/11), Roby dikabarkan sempat babak belur dikeroyok empat orang tidak dikenal saat hendak pulang dari bengkel menuju rumahnya.

          Ketika itu, Roby menceritakan, aksi pemukulan terhadap dirinya terjadi pada Rabu (14/11) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

          "Tepat di persimpangan Jalan Arifin Achmad menuju Jalan Melati I, Kecamatan Marpoyan Damai, ketika itu saya mau pulang ke rumah tiba-tiba mobil saya dipepet sama dua sepeda motor yang masing-masing ditumpangi dua orang," katanya.

         Kejadian pengeroyokan terhadap Roby diakui berlangsung sangat cepat. "Setelah memepet saya, empat orang itu langsung turun dan memaksa saya turun dari mobil dan langsung memukuli," katanya.

         Usai menghajar Roby secara membabi buta, keempat pelaku diakuinya langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

          Akibat pemukulan itu, pelipis mata Robi robek dan wajahnya mengalami luka memar bahkan sebelah kakinya harus menderita pembengkakan.

          Aksi pengeroyokan terhadap Roby malam itu diakui ada kaitannya dengan rentetan kejadian pemukulan wartawan saat jatuhnya pesawat Hawk 200 beberapa waktu lalu di Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.  
     Ketika itu, Roby tidak hanya menjadi korban, namun Robi juga menjadi pahlawan jurnalis, karena berhasil mengabadikan gambar kebrutalan Robert.

          Atas peristiwa penganiayaan itu, Roby mengaku juga telah melaporkannya ke Markas Polsek Bukit Raya berharap para pelaku dapat segera ditangkap dan menjalni hukuman setimpal. ***1*** (T.KR-FZR)