Kebakaran Hutan Riau Semakin Mengkhawatirkan

Pekanbaru, (antarariau) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan tingkat potensi kebakaran hutan atau lahan wilayah Riau Juni 2012 ini meningkat pesat dari klasifikasi sedang menjadi mengkhawatirkan.

 Analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Warih Budi Lestari di Pekanbaru Rabu mengatakan, tingginya potensi kebakaran hutan untuk wilayah Riau disebabkan suhu udara yang berada diatas rata-rata, bahkan mencapai 33-35 derajad Celsius di siang hari.

"Kondisi demikian yang kemudian menyulut kebakaran di mana-mana, khususnya daerah atau kabupaten/kota yang masih dipenuhi dengan kawasan hutan atau lahan tidur," katanya.

Warih menjelaskan pada Mei 2012 lalu, rata-rata wilayah kabupaten/kota di Riau juga diperkirakan tingkat kesulitan dalam pengendalian kebakaran hutan atau lahan telah masuk klasifikasi sedang, namun pada Juni 2012, meningkat menjadi tinggi.

Indeksnya yakni berkisar antara sepuluh hingga 13 poin, di mana potensi terbesar berada di berbagai wilayah langganan, seperti Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai dan Kampar serta beberapa wilayah kabupaten lainnya.

Jika sebelumnya pada Mei 2012 lalu temperatur suhu udara maksiumum masih berada di kisaran 31-33 derajat Celsius, maka pada akhir Juni 2012 ini diprediksi meningkat maksimum jadi 33-35 derajat Celsius. Dengan kondisi demikian, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama dalam mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan atau lahan dengan meningkatkan kewaspadaan.

Dilain pihak, sebagai upaya Pengurangan Resiko Bencana (PRB) kebakaran hutan atau lahan, Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Riau juga telah menggelar Pelatihan PRB kebakaran di PMI Riau, Jalan Mekar Sari Pekanbaru.

"Pelatihan tersebut fokus dalam upaya PRB kebakaran khususnya kebakaran hutan atau lahan. Sebab di Riau kerap terjadi kebakaran tersebut. Apalagi Riau termasuk satu dari tujuh daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Sub Bidang Bencana Alam PMI Riau, Dede.

Dia mengatakan, PMI saat ini juga telah menyiapkan sekitar 30 relawan yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Riau untuk ikut serta dalam pelatihan PRB kebakaran.

"Pelatihan yang berlangsung dari 17-20 Mei 2012 ini ikut serta relawan dan juga masyarakat serta Korps Sukarela yang ada di tiga Pergurun Tinggi di Pekanbaru  yakni Uiversitas Riau (UR), Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Islam Negeri (UIN)," katanya.

Diharapkan, dengan kegiatan ini peristiwa kebakaran hutan atau lahan dapat diatas secara tepat dan cepat, katanya.