Kenaikan Upah Disesalkan Pekerja Migas

Pekanbaru, (AntaraRiau) - Para pekerja minyak dan gas bumi (Migas) di Riau, menyesalkan upah minimum provinsi 2012 sebesar Rp1.530.000, hanya naik 9,9 persen dibandingkan 2011 karena   dianggap tidak memenuhi kebutuhan hidup layak di daerah ini.

"Kami menyesalkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sektor migas hanya naik sebesar 9,9 persen padahal diusulkan minimal kenaikan 15 persen," kata Suwandi (48) pekerja migas ditemui di Minas, Kabupaten Siak, Riau, Kamis.

Dia mengatakan, bahwa harga sembako di wilayah ini relatif mahal ketimbang daerah lain di Sumatera, maka tentunya UMP harus juga disesuaikan dengan kebutuhan pekerja.

Pernyataan tersebut terkait UMP Riau sektor migas tahun 2012 ditetapkan pekan lalu sebesar Rp1.530.000 karena sebelumnya Rp1.400.000, setelah empat bulan terkatung-katung akibat alotnya perdebatan para pekerja, pengusaha dan aparat Disnaker Provinsi.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Riau, Patar Sitanggang mengatakan pihaknya sebenarnya tidak sepakat dengan penetapan upah tersebut, tapi karena merupakan hasil musyawarah, akhirnya dapat memahami.

Patar mengatakan, seharusnya, kenaikan UMP itu minimal sebesar 15 persen dengan pertimbangan bahwa kebutuhan hidup layak di wilayah ini sangat tinggi.

Suwandi mengatakan, bahwa pimpinan perusahaan harus secepatnya memberikan UMP yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan dari pengusaha, pekerja maupun pemerintah.

Demikian pula Gubernur Riau, diharapkan membuatkan Surat Keputusan (SK) secepatnya untuk penetapan tersebut, bila tidak akan menjadi polemik di kalangan pekerja setempat.

Pekerja lainnya, Jasmadi (43) dan rekannya Usman Jasni (39) serta Khairudin (40) berdomisili di Duri, Kabupaten Bengkalis mengharapkan Gubernur Riau secepatnya membuatkan SK.

"SK Gubernur Riau itu yang kami tunggu agar pengusaha memberikan upah bulan depan sebagai acuan," kata Usman, bapak tiga anak yang berdomisili di kawasan Sebanga, Duri itu.

Namun pekerja migas di Riau tersebar pada beberapa daerah seperti di Kabupaten Siak, Rokan Hulu, Kampar, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, dan Bengkalis.