Jembatan Penyebrangan Bersih Dari Iklan

Pekanbaru, (AntaraRiau-News) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, melarang bagi pengelola untuk memasang iklan pada jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terletak di jalan protokol karena dianggap melanggar keindahan kota.

"Ini merupakan suatu kebijakan bahwa ada larangan untuk memasang iklan pada jembatan penyeberangan," kata Kabag Humas Pemkot Pekanbaru, Zuharni ditemui Selasa (24/4).

Dia mengatakan, bila iklan dipasang pada jembatan penyeberangan maka akan mengurangi makna bahwa keindahan dan kenyamanan bagi warga menjadi terusik.

Pada prinsipnya pemasangan iklan di jembatan itu juga tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan bagi daerah.

Pernyataan tersebut terkait bahwa belakangan ini kondisi JPO di jalan utama Kota Pekanbaru sudah tidak nyaman bagi, bahkan ada yang rusak dan belum juga diperbaiki.

Bahkan ada anggota DPRD setempat yang meminta agar keberadaan jembatan itu supaya ditinjau kembali karena tidak berfungsi maksimal, hanya menguntungkan salah satu pihak.

Selain itu, katanya, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkot Pekanbaru sering melakukan razia terhadap adanya iklan di jembatan tersebut karena tidak memiliki izin dari dinas terkait.

Bagi iklan yang ditidak ada izinnya terpaksa aparat Satpol PP mencopot sehingga tampak jembatan itu polos dan lebih bersih.

Sebelumnya, sejumlah JPO pada jalan protokol di Kota Pekanbaru, hingga kini belum mendapat perbaikan, padahal warga setempat yang hendak melintas tidak merasakan nyaman dan aman.

Selain itu, jembatan yang tidak berfungsi maksimal seperti di depan RS Awal Bros, depan Senapelan Plaza dan di jalan Nangka, Kecamatan Sukajadi karena pejalan kaki dengan mudah menyeberang.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru Syamsul Bahri mengatakan pihaknya mengharapkan JPO pada sejumlah jalan protokol di wilayah ini supaya diperbaiki dan nyaman bagi warga yang melintas.

Menurut dia, pengelola JPU jangan hanya memikirkan masalah pendapatan daerah saja tapi juga diperhatikan kenyamanan bagi warga.