HMI-GMKI Dumai: Korupsi "Kencing BBM"

Publik

Dumai, Riau, (ANTARARIAU News) - Puluhan mahasiswa anti korupsi yang tergabung dalam HMI dan GMKI cabang Dumai turun beraksi ke jalan-jalan memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia, Jumat (9/12).

Sebelum menggelar orasi, para mahasiswa gabungan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) itu melakukan 'long march' dari depan Kompleks Ramayana menuju Mapolres Dumai, Jalan Jenderal Sudirman, dengan pengawalan aparat polisi.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta agar pemerintah dan aparat hukum menindak tegas praktik korupsi yang terjadi di Dumai.

"Salah satunya yang jelas dan terlihat dengan mata telanjang di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, adalah aktivitas menumpahkan BBM bersubsidi Pertamina ke penampung ilegal, atau 'kencing BBM'," tandas mereka.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi mahasiswa, Vernando, mengatakan, aktivitas 'kencing minyak' ini termasuk kategori praktik korupsi sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Para insan muda ilmiah 'kota pelabuhan' utama Provinsi Riau ini, juga meminta pihak kepolisian, agar merazia secara intens tempat penampungan BBM tersebut dan memberantas segala praktik korupsi yang terjadi di Dumai.  
"Kami meminta Kapolres Dumai agar menertibkan tempat-tempat 'kencing minyak' ilegal ini. Mahasiswa akan terus mengawasi kasus ini sampai selesai diberantas," tegas Vernando dalam orasinya.

Ia juga mengatakan, penyelesaian kasus korupsi 'kencing minyak' yang sudah berlangsung lama ini, diharapkan bisa dituntaskan dalam jangka waktu sebulan ke depan.

"Jika dalam kurun waktu tersebut belum ada kejelasan, maka mahasiswa akan kembali turun ke jalan," katanya.

Selain itu, mereka juga minta semua pihak yang terkait dalam penggunaan anggaran daerah dan pemain ilegal minyak, supaya menghentikan praktik yyang dapat merugikan keuangan negara.  
Dalam pernyataan sikap mereka berikutnya, ditegaskan, agar aparat hukum tidak tebang pilih dalam mengusut kasus korupsi yang pada akhirnya akan menodai perjuangan membangun bangsa dan negara.

"Tegakkan supremasi hukum di negeri ini tanpa membedakan stratifikasi sosial. 'Bumihangus'kan aparat penegak hukum yang kerjanya menjilat untuk kepentingan pribadi," tandas Vernando lagi, atasnama massa aksi gabungan mahasiswa itu.

related post