Rupiah merosot

Ekbis

Jakarta (ANTARARIAU News) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Senin siang berlanjut turun yang terpicu oleh isu Uni Eropa yang belum mencapai kesepakatan, karena itu pada Selasa (29/11) para menteri keuangan Eropa akan kembali mengadakan pertemuan.

Kurs rupiah di pasar spot antarbank Jakarta turun 85 poin menjadi Rp9.135 per dolar dari sebelumnya Rp9.050.

Direktur Retail Banking PT Bank ANZ Panin Bank, Anthony Soewandy di Jakarta, Senin mengatakan, pasar uang di dalam negeri masih dilanda kekhawatiran atas krisis utang di kawasan Eropa yang masih tak menentu.

Pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS masih berlanjut. Isu Uni Eropa (UE) terus menekan euro dan mata uang lainnya terhadap dolar AS termasuk rupiah.

"Pasar dalam negeri masih memfokuskan terhadap krisis utang di Uni Eropa yang makin memburuk, terutama tekanan terakhir terhadap Jerman dan Hongaria," tuturnya.

Ia mengatakan, investor masih terpaku pada perkembangan di Uni Eropa, membuat pelaku pasar cenderung memegang tunai (cash holding) dalam mata uang dolar AS sebagai "safe haven".

"Tekanan jual tampaknya masih akan berlanjut di pasar global di tengah penutupan portofolio menjelang akhir tahun ini," kata dia.

Ia menambahkan, kondisi di Uni Eropa tampaknya memburuk dalam jangka pendek hingga menengah membuat investor sulit mengukur kedalaman risiko pada saat ini, akibatnya pelaku pasar masih cenderung dalam posisi "wait and see".

related post