Air bah hantam delapan desa di Riau

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Air bah menghantam delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat.

"Kondisi delapan desa sekarang terisolir karena arus air deras, sehingga bantuan belum bisa disalurkan," kata Sekretaris Camat Kampar Kiri Hulu, Zurizal, ketika dihubungi ANTARA dari Pekanbaru.

Ia menjelaskan, air bah datang tiba-tiba pada Jumat pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Delapan desa tersebut berada di sepanjang tepian Sungai Sebayang, berbatasan dengan kawasan Suara Margasatwa Rimbang Baling.

Delapan desa itu antara lain, Desa Muaro Bio, Batu Sanggan, Tanjung Belit, Gajah Bertalut, Aur Kuning, Terusan, Sebayang Jaya, dan Desa Pangkalai Serai.

Menurut dia, kerugian akibat air bah belum bisa dipastikan. Berdasarkan informasi sementara, lanjutnya, ada beberapa rumah yang rusak parah akibat diterjang air bah.

Lokasi kerusakan terparah berada di Desa Aur Kuning karena enam rumah terhantam air bah. Kemudian, empat rumah juga hanyut di Desa Batu Sanggan dan satu rumah di Desa Sebayang Jaya.

"Sedangkan, kondisi banjir hingga kini yang paling parah di Desa Aur Kuning karena mencapai satu meter," ujarnya.

Ia mengatakan warga kini mulai mengungsi ke bukit karena takut ada air bah susulan.

"Terakhir kali kejadian air bah pernah terjadi pada tahun 1978 dan 2006, dan sekarang kembali terjadi," ujarnya.
Menurut dia, pihak kecamatan telah melaporkan bencana tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Kampar. Namun, hingga kini belum ada bantuan yang datang.

"Kami sangat membutuhkan perahu karet untuk melalui arus air yang deras supaya bisa menjangkau desa yang terparah," katanya.